WARNA TERSENDIRI

Kisah ini bermula ketika aku dan dia saling kenal, di mana
awalnya tiada rencana untuk apa-apa atau untuk selebihnya yang memilibihi
sebuah pertemanan. Aku adalah seorang pelajar disalah satu perguruan tinggi
yang berada di provinsi Lampung, sebut saja
saya dengan nama panggilan Rio. Umurku sekarang ini adalah 20 tahun
lebih 5 bulan bebera hari, dan saya adalah salah satu mahasiswa yang tergolong
aktivis.
Pertemuan diriku denganya sebenernya adalah hal yang tak pernah
terduga sebelunya, ini diawali pada saat aku ingin mengembangkan salah satu
hoby ku, yaitu di bidang seni bela diri yang untuk berlaga. Ketika itu saya
dikirim oleh pelatih untuk pertama kali ikut tanding di sebuah laga yang
dilaksanakan di provinsi lampung jelasnya di bagian lampung utara.
Ketika itu aku pertama
kali melihatnya di rumah rekan satu tim dan juga satu tempat latihan dengan ku. Pada saat itu
kami sedang menunggu mobil jemputan.Awalnya sedikit terkejut, siapa dia, apa
dia ikut bertanding, tapi tak pernah ada cerita tentang dia, kira-kira hal
seperti itulah yang terlintas dalam benak ku saat pertama kali aku melihatnya. Meskipun
itu adalah pertemuan pertama tetapi ada sesuatu yang aneh dengan hati ku yaitu
dimana ada rasa ketertarikan didalam hati ini kepada dirinya.
Sedikit harapan dalam hati agar nanti bisa satu mobil dengannya,
agar bisa lebih mengenal atau paling tidak bisa berkenalan terdahulu, karena
memang kita belum saling mengenal. Tetapi ternyata tuhan belum memberi
kesempatan pada diriku untuk langsung mengenal dan mengetahui siapa sebenarnya
dirinya yang telah berhasil membuat hati ini sedikit gelisah dalam pandangan
pertama, dan ternyata aku dan dia tidak satu mobil.
Setelah beberapa jam duduk termenung didalam mobil, akhirnya
mobilpun terhenti dan ternyata rombongan kami telah tiba ditempat kami akan
bertanding. Kami tiba disana sekitar pukul 20:30 WIB, dan kamipun langsung
diantar ketempat para atlit beristirahat. Pada malam pertama disana kami masih
terasa asing dan belum saling mengenal meski hati ini sedikit gelisah ingin
sekali lebih dekat dengannya, dan takterasa malampun semakin larut hingga kami
semua tertidur lelap karena memang sudah sangat kelelahan dan juga letihan
diperjalan tadi yang memang lumayan jauh.
Rasanya baru sebentar mata ini terpejam, tapi waktu sepertinya
sudah tidak bisa diajak kompromi dan ternyata ayam jago pun sudah berkokok membangunkan
kami, kamipun bangun dan mempersiapkan diri unutk acara pembukaan pertandingan.
Pada pagi itu kami melakukan pemanasan, dan pagi itu adalah momen yang wah bagi
ku karena dipagi itu kami mulai berkenalan, dia menyebutkan namanya setelah
pertanya dari mulut ku terucap dan akupun sebaliknya.
Takterasa waktu acara pembukaan telah tiba, kamipun bergegas berangkat
bersama-sama menuju lokasi acara. Diperjalanan kami saling mengobrol dan kami
mulai saling ada keterbukaan. Dari mulai menanyakan asal, berapa lama sudah
menjadi atliit dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami bertambah
akrab. Acara pun telah dimuali dan kami berkumpul dengan para atlit lainya.
Proses acara pembukaan berjalan dengan lancar hingga tiba
dipenghubung acara, dimana kami harus siap untuk melakukan pertandingan.
Panitia penyelengggara juga langsung mempersiapkan untuk pertandingan hari
pertama, pertandingan pun dimulai. Hari pertama dia melakukan pertandingan dan
dia berhasil melewati musuhnya alias dia berhasil memenangkan pertandingan
putaran pertamanya.
Sedangkan untuk diriku dihari pertama belum ada jadwal unutk
pertandinganku melainkan dihari kedua baru ada jadwal. Dan mungkin karna
kurangnya pengalaman bertanding dan juga karena masih digolongan pemula, terasa
sulit bagiku saat sedang melakukan pertandingan, dan ternyata tuhan memiliki
rencana lain untuk diriku bahwa diriku belum diberikan kesempatan untuk bisa
menyelesaikan pertandinganku dengan lancar seperti yang diharapkan pelatih dan
juga diriku.
Dibabak pertama
pertandinganku berjalan dengan lancar dengan serangan yang seimbang. Namun
dibabak kedua adalah babak yang sangat buruk untuk diriku, ketika aku
memberikan serangan ternyata kaki ku tertangkap dan langsung reflek dari tangna
memberikan pukulan sebanyak tiga kali, alhasil pukulanku melukai janggut
musuhku, dan janggut musuhkupun langsung luka sobek dan berdarah. Karena kecerobohanku
dan juga ketidak sengajaan ku itu ternyata membuahkan hasil yang mengejutkan.
Wasit dan juri memberikan
keputusan yang sangat membuat hati ini merasa kecewa dan sangat sedih, rasanya
lemas semua persendian ku setelah mendengar keputusan wasit dan para juri. Dan
ternyata diriku mendapat diskualifikasi karena menyerang bagian lawan yang
tidak boleh diserang yaitu bagian kepala tepatnya janggutnya. Namun ada hal
yang membuatku terkejut juga disaat itu, dimana dia ternyata memberi sedikit
perhatian terhadapku dengan mengucapkan, “tidak apa-apa masih banyak laga
selain laga ini, mungkin memang belum saatnya untuk mu, tetap semangat ya
kakak”. Seketika rasa keputus asaanku pun hilang meski sudah tidak ada harapan
untuk ikut bertanding.
Hari-hariku berjalan dengan rasa ketidak puasan dihati, yang
kini hanya bisa memberi semangat pada kawan satu timku. Namun disela-sela prtandingan
adalah kesempatan untuk diriku agar lebih mengenalnya, perlahan tapi pasti kami
berbincang dan kami merasa semakin dekat satu sama lain. Hingga diakhir acara
itu dia mampu menyumbangkan perunggu untuk kabupatenya, sebuah pretasi yang
membanggakan di usianya yang masih muda.
Meski begitu ada pikiran yang terlintas diotakku, mungkin laga
ini bukan tempat untuk menjadikan sebuah kemenangan untukku, tapi dihatinya
mungkin ada kesempatan untuk diriku menjadi seoran pemenang. Seusainya
pertandingan dan kami telah kembali keasal kami masing-masing, kamipun tetap
menjalin komunikasi menggunakan handpon yang membuat kami semakin bertambah
akrab lagi.
Detik berganti menjadi menit, menitpun berganti menjadi jam,
hingga jam tersusun menjadi sebuah hari dan haripun terus berjalan hingga
berubah menjadi bulan. Rasanya kami semakin akrab dan membuat rasa yang
terkandung didalam hati ini semakin bergejolak memberontak agar bisa
tersampaikan kepadanya. Namun masih ada perasaan yang mengganjal dimana diriku
merasa butuh waktu yang tepat untuk menyampaikan semuanya kepada dia.
Hingga tiba disuatu malam dimana waktu yang tepat telah
menantiku untuk menyampaikan semuanya, terucap dari bibir ini satu persatu kata
yang mengutarakan bahwa diri ini tertarik denganya dan ingin agar kita bisa
lebih dekat lebih dari sebuah pertemanan. Hingga akhirnya terucap dari bibirnya
bahwa ada rasa yang sama yang terkandung dihatinya dan selama ini dia juga
menyembunyikanya, terdengar sangat jelas ditelingaku bahwa dia bersedia dan menerima
ajakan ku agar lebih dekat. Dalam artian kitapun langsing jadian.
Setelah kita jadian haripun berjalan semakin cepat dan takterasa
waktu yang kita lalui sudah berlangsung selama beberapa bulan, tepatnya 6
bulan. Meski berjalan manis disenggang waktu yang lumayan itu ternyata tuhan
memliki kehendak lain yang tidak sejalan dengan pemikiran dan keinginan ku.
Mungkin dihatinya sudah merasa bosan atau mungkin cintanya sudah basi dan tidak
tau kenapa sebabnya hubungan kamipun akhirnya harus berakhir dan harus ada
perasaan kecewa yang terkandung didalam hati.
Meskipun begitu ada hal yang tertanan dihati ini dimana ada
sebuah warna tersendiri yang mnghiasi hatiku, warna yang memberikan corak baru
sehingga lebih berwara. Terasa seperti mimpi mngenalmu dan menjalin hubungan
denganmu, dikatan sekejap tapi ada waktu yang cukuplama, dikatakan lama namun
terasa seperti mimpi. Dan sekarang ini kami kembali kemasa-masa semula dimana
kami belum saling mngenal dan mnghapus semua kenangan yang terjadi beigupun
dengan komunikasi kami yang serasa hilang ditelan bumi begitu saja.
Tirmakasih telah sudi hadir dihari-hariku sebelumnya hingga
terciptanya warna baru untuk kehidupanku dan juga suasana dihati ku. Dan juga
rasa trimakasih aku ucapkan atasluka yang telah kau goreskan hingga memberi
cidera dihati. Mungkin memang jalan yang diberikan tuhan itu lebih baik, karna
aku percaya bahwa tuhan mengerti dengan porsi kita yang terkadang tidak sesuai
dengan keinginan kita.
Cerpen curhat,
Penghibur dan pemberi motivasi.
PAMBUDI
No comments:
Post a Comment