Saturday, June 6, 2015

Bagaikan Mimpi

WARNA TERSENDIRI
images2.jpg
Kisah ini bermula ketika aku dan dia saling kenal, di mana awalnya tiada rencana untuk apa-apa atau untuk selebihnya yang memilibihi sebuah pertemanan. Aku adalah seorang pelajar disalah satu perguruan tinggi yang berada di provinsi Lampung, sebut saja  saya dengan nama panggilan Rio. Umurku sekarang ini adalah 20 tahun lebih 5 bulan bebera hari, dan saya adalah salah satu mahasiswa yang tergolong aktivis.

Pertemuan diriku denganya sebenernya adalah hal yang tak pernah terduga sebelunya, ini diawali pada saat aku ingin mengembangkan salah satu hoby ku, yaitu di bidang seni bela diri yang untuk berlaga. Ketika itu saya dikirim oleh pelatih untuk pertama kali ikut tanding di sebuah laga yang dilaksanakan di provinsi lampung jelasnya di bagian lampung utara.

 Ketika itu aku pertama kali melihatnya di rumah rekan satu tim dan  juga satu tempat latihan dengan ku. Pada saat itu kami sedang menunggu mobil jemputan.Awalnya sedikit terkejut, siapa dia, apa dia ikut bertanding, tapi tak pernah ada cerita tentang dia, kira-kira hal seperti itulah yang terlintas dalam benak ku saat pertama kali aku melihatnya. Meskipun itu adalah pertemuan pertama tetapi ada sesuatu yang aneh dengan hati ku yaitu dimana ada rasa ketertarikan didalam hati ini kepada dirinya.

Sedikit harapan dalam hati agar nanti bisa satu mobil dengannya, agar bisa lebih mengenal atau paling tidak bisa berkenalan terdahulu, karena memang kita belum saling mengenal. Tetapi ternyata tuhan belum memberi kesempatan pada diriku untuk langsung mengenal dan mengetahui siapa sebenarnya dirinya yang telah berhasil membuat hati ini sedikit gelisah dalam pandangan pertama, dan ternyata aku dan dia tidak satu mobil.

Setelah beberapa jam duduk termenung didalam mobil, akhirnya mobilpun terhenti dan ternyata rombongan kami telah tiba ditempat kami akan bertanding. Kami tiba disana sekitar pukul 20:30 WIB, dan kamipun langsung diantar ketempat para atlit beristirahat. Pada malam pertama disana kami masih terasa asing dan belum saling mengenal meski hati ini sedikit gelisah ingin sekali lebih dekat dengannya, dan takterasa malampun semakin larut hingga kami semua tertidur lelap karena memang sudah sangat kelelahan dan juga letihan diperjalan tadi yang memang lumayan jauh.

Rasanya baru sebentar mata ini terpejam, tapi waktu sepertinya sudah tidak bisa diajak kompromi dan ternyata ayam jago pun sudah berkokok membangunkan kami, kamipun bangun dan mempersiapkan diri unutk acara pembukaan pertandingan. Pada pagi itu kami melakukan pemanasan, dan pagi itu adalah momen yang wah bagi ku karena dipagi itu kami mulai berkenalan, dia menyebutkan namanya setelah pertanya dari mulut ku terucap dan akupun sebaliknya.

Takterasa waktu acara pembukaan telah tiba, kamipun bergegas berangkat bersama-sama menuju lokasi acara. Diperjalanan kami saling mengobrol dan kami mulai saling ada keterbukaan. Dari mulai menanyakan asal, berapa lama sudah menjadi atliit dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang membuat kami bertambah akrab. Acara pun telah dimuali dan kami berkumpul dengan para atlit lainya.

Proses acara pembukaan berjalan dengan lancar hingga tiba dipenghubung acara, dimana kami harus siap untuk melakukan pertandingan. Panitia penyelengggara juga langsung mempersiapkan untuk pertandingan hari pertama, pertandingan pun dimulai. Hari pertama dia melakukan pertandingan dan dia berhasil melewati musuhnya alias dia berhasil memenangkan pertandingan putaran pertamanya.

Sedangkan untuk diriku dihari pertama belum ada jadwal unutk pertandinganku melainkan dihari kedua baru ada jadwal. Dan mungkin karna kurangnya pengalaman bertanding dan juga karena masih digolongan pemula, terasa sulit bagiku saat sedang melakukan pertandingan, dan ternyata tuhan memiliki rencana lain untuk diriku bahwa diriku belum diberikan kesempatan untuk bisa menyelesaikan pertandinganku dengan lancar seperti yang diharapkan pelatih dan juga diriku.

 Dibabak pertama pertandinganku berjalan dengan lancar dengan serangan yang seimbang. Namun dibabak kedua adalah babak yang sangat buruk untuk diriku, ketika aku memberikan serangan ternyata kaki ku tertangkap dan langsung reflek dari tangna memberikan pukulan sebanyak tiga kali, alhasil pukulanku melukai janggut musuhku, dan janggut musuhkupun langsung luka sobek dan berdarah. Karena kecerobohanku dan juga ketidak sengajaan ku itu ternyata membuahkan hasil yang mengejutkan.

 Wasit dan juri memberikan keputusan yang sangat membuat hati ini merasa kecewa dan sangat sedih, rasanya lemas semua persendian ku setelah mendengar keputusan wasit dan para juri. Dan ternyata diriku mendapat diskualifikasi karena menyerang bagian lawan yang tidak boleh diserang yaitu bagian kepala tepatnya janggutnya. Namun ada hal yang membuatku terkejut juga disaat itu, dimana dia ternyata memberi sedikit perhatian terhadapku dengan mengucapkan, “tidak apa-apa masih banyak laga selain laga ini, mungkin memang belum saatnya untuk mu, tetap semangat ya kakak”. Seketika rasa keputus asaanku pun hilang meski sudah tidak ada harapan untuk ikut bertanding.

Hari-hariku berjalan dengan rasa ketidak puasan dihati, yang kini hanya bisa memberi semangat pada kawan satu timku. Namun disela-sela prtandingan adalah kesempatan untuk diriku agar lebih mengenalnya, perlahan tapi pasti kami berbincang dan kami merasa semakin dekat satu sama lain. Hingga diakhir acara itu dia mampu menyumbangkan perunggu untuk kabupatenya, sebuah pretasi yang membanggakan di usianya yang masih muda.

Meski begitu ada pikiran yang terlintas diotakku, mungkin laga ini bukan tempat untuk menjadikan sebuah kemenangan untukku, tapi dihatinya mungkin ada kesempatan untuk diriku menjadi seoran pemenang. Seusainya pertandingan dan kami telah kembali keasal kami masing-masing, kamipun tetap menjalin komunikasi menggunakan handpon yang membuat kami semakin bertambah akrab lagi.

Detik berganti menjadi menit, menitpun berganti menjadi jam, hingga jam tersusun menjadi sebuah hari dan haripun terus berjalan hingga berubah menjadi bulan. Rasanya kami semakin akrab dan membuat rasa yang terkandung didalam hati ini semakin bergejolak memberontak agar bisa tersampaikan kepadanya. Namun masih ada perasaan yang mengganjal dimana diriku merasa butuh waktu yang tepat untuk menyampaikan semuanya kepada dia.

Hingga tiba disuatu malam dimana waktu yang tepat telah menantiku untuk menyampaikan semuanya, terucap dari bibir ini satu persatu kata yang mengutarakan bahwa diri ini tertarik denganya dan ingin agar kita bisa lebih dekat lebih dari sebuah pertemanan. Hingga akhirnya terucap dari bibirnya bahwa ada rasa yang sama yang terkandung dihatinya dan selama ini dia juga menyembunyikanya, terdengar sangat jelas ditelingaku bahwa dia bersedia dan menerima ajakan ku agar lebih dekat. Dalam artian kitapun langsing jadian.

Setelah kita jadian haripun berjalan semakin cepat dan takterasa waktu yang kita lalui sudah berlangsung selama beberapa bulan, tepatnya 6 bulan. Meski berjalan manis disenggang waktu yang lumayan itu ternyata tuhan memliki kehendak lain yang tidak sejalan dengan pemikiran dan keinginan ku. Mungkin dihatinya sudah merasa bosan atau mungkin cintanya sudah basi dan tidak tau kenapa sebabnya hubungan kamipun akhirnya harus berakhir dan harus ada perasaan kecewa yang terkandung didalam hati.

Meskipun begitu ada hal yang tertanan dihati ini dimana ada sebuah warna tersendiri yang mnghiasi hatiku, warna yang memberikan corak baru sehingga lebih berwara. Terasa seperti mimpi mngenalmu dan menjalin hubungan denganmu, dikatan sekejap tapi ada waktu yang cukuplama, dikatakan lama namun terasa seperti mimpi. Dan sekarang ini kami kembali kemasa-masa semula dimana kami belum saling mngenal dan mnghapus semua kenangan yang terjadi beigupun dengan komunikasi kami yang serasa hilang ditelan bumi begitu saja.

Tirmakasih telah sudi hadir dihari-hariku sebelumnya hingga terciptanya warna baru untuk kehidupanku dan juga suasana dihati ku. Dan juga rasa trimakasih aku ucapkan atasluka yang telah kau goreskan hingga memberi cidera dihati. Mungkin memang jalan yang diberikan tuhan itu lebih baik, karna aku percaya bahwa tuhan mengerti dengan porsi kita yang terkadang tidak sesuai dengan keinginan kita.


Cerpen curhat,
Penghibur dan pemberi motivasi.


PAMBUDI

No comments:

Post a Comment